Quick Response Press Release

Informasi dan kegiatan terbaru yang dipublikasikan secara resmi.

Berita Kanwil

Berita Kanwil

22 June 2026 pukul 11:00

Audiensi Ditjenpas Kalteng–BNNP Perkuat Langkah Bersama Tangani Narkotika dan Overkapasitas di Kalimantan Tengah

Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, Hensah, melaksanakan audiensi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah, Brigjen Pol. Mada Roostanto, sebagai upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, Senin (22/6).Kegiatan yang berlangsung di kantor BNNP Kalimantan Tengah tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Suwarto, Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, Tubagus M. Chaidir, serta Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Yudo Adi Yuwono. Sementara itu, Brigjen Pol. Mada Roostanto didampingi Kepala BNNK Palangka Raya, Kombes Pol. I Wayan Korna, beserta jajaran.Dalam pertemuan tersebut, Hensah memperkenalkan diri sebagai Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah yang baru serta memaparkan gambaran umum pelaksanaan tugas pemasyarakatan di wilayah Kalimantan Tengah, mulai dari pembinaan warga binaan, pembimbingan kemasyarakatan hingga berbagai tantangan yang dihadapi.Hensah juga menjelaskan perkembangan sistem pemidanaan dalam regulasi terbaru yang memberikan ruang lebih luas terhadap penerapan pidana pengawasan dan pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan bagi pelanggaran tertentu.Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem peradilan pidana yang lebih berkeadilan sekaligus mendukung upaya mengurangi kepadatan hunian pada lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara.“Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam lapas dan rutan, tetapi juga berperan dalam pelaksanaan pidana alternatif yang bertujuan memberikan kesempatan bagi pelanggar hukum untuk memperbaiki diri serta kembali berfungsi secara positif di tengah masyarakat,” tambahnya.Menanggapi hal tersebut, Kepala BNNP Kalimantan Tengah, Brigjen Pol. Mada Roostanto, menyambut baik kunjungan dan audiensi yang dilaksanakan oleh jajaran Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam penanganan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.“Selamat datang kembali di Kalimantan Tengah. Saatnya kita semakin memperkuat kolaborasi. Anggota kami siap kapan pun diperlukan karena pada prinsipnya kita tidak bisa berdiri sendiri dalam menjalankan tugas-tugas negara,” kata Mada Roostanto.Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini telah terjalin antara BNNP dan jajaran pemasyarakatan, khususnya terkait penitipan tahanan dan berbagai program rehabilitasi. “Terima kasih atas sinergi yang selama ini telah terbangun. Dengan adanya regulasi baru yang memberikan ruang terhadap pidana alternatif, kami sangat terbantu karena langkah ini sejalan dengan upaya rehabilitasi yang selama ini kami dorong dan turut membantu mengurai persoalan overkapasitas yang menjadi tantangan nasional,” ungkapnya.Di akhir pertemuan, Hensah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan BNNP Kalimantan Tengah dalam rangka menciptakan sistem pemasyarakatan yang semakin efektif, humanis, dan berorientasi pada pemulihan. “Sinergi antara Ditjenpas dan BNNP merupakan kunci penting dalam mewujudkan penanganan narkotika yang komprehensif, mulai dari aspek pencegahan, rehabilitasi, hingga reintegrasi sosial. Kami siap mendukung dan memperkuat kolaborasi yang telah terjalin dengan sangat baik selama ini,” tutup Hensah.#kemenimipas #Ditjenpas #DitjenpasKalteng
Baca Selengkapnya
Berita Kanwil

22 June 2026 pukul 08:00

Perkuat Literasi Keuangan dan Jaminan Sosial, Pegawai Kanwil Ditjenpas Kalteng Dapat Edukasi Program Taspen

Palangka Raya – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah menerima sosialisasi Program Taspen Group yang diselenggarakan oleh PT Taspen (Persero) Cabang Palangka Raya, bertempat di Aula Tjilik Riwut, Senin (22/6). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait program perlindungan dan manfaat yang diberikan Taspen sejak masa aktif hingga memasuki masa purna tugas.Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Yudo Adi Yuwono, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Suwarto, serta seluruh jajaran pegawai Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah. Sosialisasi dibuka dengan penyampaian materi pengantar dari Branch Manager Taspen Palangka Raya, Muchlis Herdian. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan pentingnya pemahaman ASN terhadap berbagai program yang dikelola Taspen sebagai bentuk perlindungan dan jaminan kesejahteraan pegawai pemerintah.Menurut Muchlis, masih banyak ASN yang belum memahami secara menyeluruh manfaat yang melekat sebagai peserta Taspen. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi menjadi sarana edukasi agar pegawai mengetahui hak-haknya sejak mulai bekerja hingga memasuki masa pensiun.“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman mengenai apa saja program yang ada di Taspen serta manfaat yang melekat bagi ASN, baik saat masih aktif bekerja maupun setelah memasuki masa purna tugas,” ujar Muchlis Herdian.Pemaparan materi utama disampaikan oleh Service Section Head Taspen Palangka Raya, Anantian Suryo Utomo. Ia menjelaskan bahwa setiap ASN secara otomatis terdaftar sebagai peserta Taspen sejak diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan memperoleh perlindungan dalam berbagai program yang diselenggarakan Taspen.Selain peserta utama, perlindungan Taspen juga mencakup anggota keluarga yang terdiri dari pasangan dan anak sesuai ketentuan yang berlaku. Anantian menjelaskan bahwa setiap bulan peserta memberikan iuran yang dipotong langsung dari gaji sebesar 8 persen sebagai bagian dari kepesertaan dan manfaat jaminan yang akan diterima di masa mendatang.Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, Hensah, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai program Taspen sangat penting bagi seluruh ASN agar dapat merencanakan masa depan dan memahami hak-hak kepegawaiannya secara menyeluruh.“Program Taspen merupakan salah satu bentuk perlindungan negara kepada ASN. Oleh karena itu, seluruh pegawai perlu memahami manfaat dan mekanisme yang ada agar hak-hak yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Hensah.Lebih lanjut, Hensah menilai kegiatan sosialisasi ini memberikan nilai tambah bagi pegawai karena menghadirkan informasi yang akurat langsung dari pihak penyelenggara. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala untuk memperkuat literasi keuangan dan kesejahteraan ASN.“Pemahaman yang baik terhadap program jaminan sosial dan pensiun akan membantu ASN dalam merencanakan kehidupan, baik selama bertugas maupun setelah memasuki masa purna bakti. Ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan ASN yang profesional dan sejahtera,” tutupnya.#kemenimipas #Ditjenpas #DitjenpasKalteng
Baca Selengkapnya
Berita Kanwil

15 June 2026 pukul 14:00

Kunjungi Lapas Perempuan, Kakanwil Dorong Kreativitas Warga Binaan dan Pemenuhan Layanan Dasar Secara Optimal

Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, Hensah, melaksanakan kegiatan monitoring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Senin (15/6). Dalam kunjungan tersebut, Hensah didampingi oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Hani Anggraeni, beserta jajaran pejabat struktural. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian dalam monitoring tersebut adalah ruang kegiatan kerja warga binaan. Di lokasi itu, Hensah melihat secara langsung proses pembuatan berbagai kerajinan tangan yang dikerjakan oleh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.Selain menyaksikan proses produksi, Hensah juga meninjau berbagai produk hasil karya warga binaan yang telah dipamerkan. Beragam hasil kerajinan tersebut menunjukkan kreativitas dan keterampilan yang terus dikembangkan selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.Menurut Hensah, pembinaan kemandirian memiliki peran penting dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Oleh karena itu, program pembinaan harus terus didorong agar menghasilkan karya yang bernilai dan memiliki daya saing."Saya melihat semangat dan kreativitas warga binaan dalam menghasilkan berbagai produk kerajinan yang cukup baik. Ini merupakan bentuk pembinaan yang harus terus ditingkatkan agar memberikan manfaat nyata bagi mereka ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Hensah.Usai meninjau area pembinaan, Kakanwil melanjutkan monitoring ke dapur Lapas Perempuan. Ia memeriksa kondisi kebersihan lingkungan dapur, proses pengolahan makanan, serta sarana pendukung yang digunakan dalam penyediaan kebutuhan konsumsi warga binaan.Tidak hanya itu, Hensah juga mengunjungi klinik lapas untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal. Dalam kesempatan tersebut, ia melihat fasilitas kesehatan yang tersedia serta memastikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan diberikan sesuai standar yang berlaku."Pelayanan dasar seperti makanan dan kesehatan merupakan hak warga binaan yang harus dipenuhi dengan baik. Karena itu, saya ingin memastikan seluruh layanan berjalan secara optimal, baik dari sisi kualitas, kebersihan, maupun kelayakan fasilitas yang digunakan," tegasnya.Pada akhir kegiatan, Hensah memberikan pengarahan sekaligus memperkenalkan diri kepada seluruh pegawai Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan."Saya mengajak seluruh pegawai untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik. Dengan kerja sama yang kuat, saya yakin Lapas Perempuan Palangka Raya dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan bagi warga binaan," pungkas Hensah.#kemenimipas #Ditjenpas #pemasyarakatan #guardandguide #DitjenpasKalteng #Hensah #infoimipas
Baca Selengkapnya
Berita Kanwil

15 June 2026 pukul 10:00

Penguatan SDM dan Respons Cepat Jadi Kunci Peningkatan Kinerja di Lingkungan Kanwil Ditjenpas Kalteng

Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, Hensah, memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai di lingkungan Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah dalam rapat internal yang digelar di Aula Tjilik Riwut, Senin (15/6).Kegiatan tersebut diikuti oleh Pejabat Administrator dan seluruh jajaran pegawai Kantor Wilayah. Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan seluruh pegawai kepada Kepala Kantor Wilayah sebagai upaya mempererat komunikasi serta membangun sinergi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.Dalam arahannya, Hensah menyampaikan apresiasi atas kondisi Kantor Wilayah yang dinilainya telah tertata dengan baik, baik dari sisi fisik perkantoran maupun sistem kerja yang telah berjalan selama ini. Menurutnya, fondasi yang telah dibangun tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja organisasi ke depan.“Saya melihat semuanya sudah ditata dengan baik, baik dari segi fisik maupun sistem. Ini menjadi modal yang sangat baik untuk melanjutkan dan meningkatkan kinerja yang telah dicapai selama ini,” ujar Hensah.Lebih lanjut, Hensah menekankan pentingnya kecepatan dalam bekerja dan merespons setiap kebutuhan organisasi. Ia mengingatkan bahwa dinamika pelaksanaan tugas saat ini menuntut seluruh jajaran untuk mampu bergerak cepat, tepat, dan adaptif terhadap berbagai perkembangan yang terjadi.“Saya ingin semuanya bergerak dengan cepat karena kondisi saat ini memerlukan kecepatan. Apabila tidak ada arahan tambahan dari saya, maka segera laksanakan. Jika memerlukan telaah atau analisis lebih lanjut, akan diteruskan kepada pejabat terkait untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.Dalam kesempatan tersebut, Hensah juga mengingatkan pentingnya optimalisasi sumber daya manusia yang dimiliki Kantor Wilayah. Ia berharap seluruh pegawai dapat bekerja secara efektif serta mampu meningkatkan capaian yang telah diraih pada masa kepemimpinan sebelumnya.Selain itu, ia menyoroti pentingnya ketepatan waktu dalam penyampaian data dan penyelesaian berbagai surat maupun permintaan informasi dari pusat. Menurutnya, keterlambatan dalam memberikan respons dapat berdampak terhadap kualitas pelayanan dan pengambilan keputusan organisasi.Hensah juga memberikan perhatian khusus terhadap peran unit intelijen sebagai mata dan telinga organisasi. Ia meminta agar unit intelijen aktif memantau perkembangan situasi di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan serta menyampaikan laporan perkembangan situasi dan isu-isu aktual secara berkala setiap minggu.Pada akhir pengarahan, Hensah membuka ruang komunikasi dan konsultasi secara langsung kepada seluruh pegawai. Ia juga menegaskan bahwa setiap laporan, usulan, maupun surat yang masuk harus mendapat respons maksimal tiga hari sejak diterima serta memastikan seluruh surat dari pusat dapat diselesaikan tepat waktu. Dengan semangat kerja cepat dan kolaboratif, ia berharap seluruh jajaran dapat bersama-sama mewujudkan tujuan organisasi serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan di Kalimantan Tengah.#kemenimipas #Ditjenpas #pemasyarakatan #guardandguide #DitjenpasKalteng #Hensah #infoimipas
Baca Selengkapnya
Berita Kanwil

15 June 2026 pukul 08:30

Karya dan Talenta Warga Binaan Kalimantan Tengah Mengudara Lewat Panggung Seni di Bandara Tjilik Riwut

Palangka Raya – Pentas seni budaya warga binaan pemasyarakatan se-Kalimantan Tengah resmi dibuka dalam program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation yang digelar di Terminal Keberangkatan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Senin (15/6). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah dengan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut dalam mendukung pengembangan seni, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, Hensah. Acara turut dihadiri oleh jajaran manajemen Bandara Tjilik Riwut, Pejabat Administrator Kantor Wilayah, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-kota Palangka Raya dan para pengguna jasa bandara yang menyaksikan langsung penampilan seni budaya dari warga binaan.Dalam sambutannya, General Manager PT Angkasa Pura Bandara Tjilik Riwut, I Made Dermawan, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi yang baik antara pihak bandara dan jajaran pemasyarakatan di Kalimantan Tengah. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan dampak positif yang lebih luas kepada masyarakat."Terima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah beserta jajaran atas partisipasi dan kolaborasi yang terjalin. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dampak positif yang harus kami hadirkan bagi masyarakat melalui kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki potensi," ujar I Made.Ia menjelaskan bahwa InJourney Group memiliki visi untuk membangun ekosistem pariwisata yang kuat melalui semangat gotong royong. Karena itu, Bandara Tjilik Riwut tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi udara, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.Pada kesempatan yang sama, Hensah menyampaikan apresiasi kepada PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Tjilik Riwut yang telah membuka ruang bagi warga binaan untuk menampilkan hasil pembinaan mereka kepada masyarakat luas. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan."Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk turut meramaikan dan mendukung berbagai kegiatan positif di Bandara Tjilik Riwut. Bandara merupakan representasi kemajuan suatu daerah sehingga sudah sepatutnya menjadi ruang yang hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Hensah.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jajaran pemasyarakatan siap mendukung program-program pemberdayaan yang dilaksanakan bersama mitra strategis, tentunya dengan tetap berpedoman pada ketentuan dan aturan yang berlaku."Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan. Pemasyarakatan akan terus mendukung dan berkontribusi melalui potensi yang dimiliki warga binaan, baik di bidang seni, budaya, maupun produk karya lainnya, dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku," ujarnya.Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan serah terima bantuan program upskilling senilai Rp10 juta dari PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Tjilik Riwut kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan keterampilan warga binaan.Usai seremoni pembukaan, pengunjung bandara disuguhkan penampilan Tari Mandau yang dibawakan oleh warga binaan dari Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya serta pertunjukan musik oleh grup band warga binaan Lapas Kelas IIA Palangka Raya. Ke depan, program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan pada hari-hari dengan intensitas penerbangan yang tinggi, sekaligus menghadirkan berbagai produk kerajinan dan UMKM hasil karya warga binaan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan pembinaan yang berkesinambungan.#kemenimipas #Ditjenpas #pemasyarakatan #guardandguide #DitjenpasKalteng #Hensah #infoimipas
Baca Selengkapnya
Berita Kanwil

14 June 2026 pukul 20:00

Pastikan Stabilitas Keamanan Tetap Terjaga, Rutan dan LPKA Palangka Raya Ditinjau Langsung

Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, Hensah, melakukan peninjauan langsung ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palangka Raya pada Minggu malam (14/6). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan pengawasan, keamanan, serta memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai standar.Dalam kunjungan ke Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Hensah didampingi Kepala Rutan, Aditya Jatari, meninjau sejumlah area strategis, khususnya blok hunian warga binaan. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi hunian, kebersihan lingkungan, serta situasi keamanan dan ketertiban di dalam rutan.Selain meninjau blok hunian, Kakanwil juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah titik yang dinilai rawan dan memerlukan perhatian khusus. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh sarana pengamanan berfungsi optimal serta meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban.Dalam peninjauan, Hensah menekankan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memperkuat deteksi dini, dan menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku. Menurutnya, keamanan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.“Keamanan dan ketertiban merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar. Saya ingin memastikan seluruh petugas menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal serta mampu mendeteksi potensi gangguan sejak dini,” ujar Hensah.Ia juga menegaskan bahwa penguatan pengamanan harus berjalan beriringan dengan pelaksanaan program pembinaan yang berkualitas. Dengan demikian, tujuan pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang lebih baik dapat tercapai secara optimal.“Pengamanan yang baik harus didukung oleh pembinaan yang efektif. Keduanya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional dan humanis,” tambahnya.Usai meninjau Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Hensah melanjutkan kunjungan ke LPKA Kelas II Palangka Raya. Di lokasi tersebut, ia meninjau kondisi lingkungan pembinaan dan pelayanan yang ada.Melalui peninjauan tersebut, Kakanwil menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan, keamanan, dan kualitas pembinaan di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. "Kegiatan ini menjadi bentuk kehadiran langsung kami dalam memastikan pelayanan pemasyarakatan dan pengamanan berjalan secara optimal, aman, dan kondusif," pungkasnya.#kemenimipas #Ditjenpas #pemasyarakatan #guardandguide #DitjenpasKalteng #Hensah #infoimipas
Baca Selengkapnya
Berita Kanwil

09 June 2026 pukul 13:00

Pergantian Pucuk Pimpinan Jadi Momentum Semakin Memperkuat Transformasi Pemasyarakatan di Kalimantan Tengah

Jakarta – Kepemimpinan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Kalimantan Tengah resmi berganti. Hensah dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah menggantikan I Putu Murdiana yang mendapat amanah baru sebagai Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Papua Barat, Senin (8/6).Pelantikan dan serah terima jabatan dilaksanakan di Jakarta bertempat di Aula Jusuf Adiwinata Lt. 1 Gedung Kemenimipas. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia.Selain Hensah, sebanyak 27 pejabat pimpinan tinggi pratama lainnya juga dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan tata kelola pemerintahan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di berbagai wilayah Indonesia.Hensah bukan sosok baru dalam jajaran pemasyarakatan. Sebelum dipercaya memimpin Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah, ia menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Papua Barat dan memiliki pengalaman panjang dalam mengelola berbagai satuan kerja pemasyarakatan.Sementara itu, I Putu Murdiana yang selama ini memimpin Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah kini mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas sebagai Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Papua Barat. Dalam keterangannya usai pelantikan, I Putu Murdiana menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemasyarakatan di Kalimantan Tengah atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin selama masa kepemimpinannya.“Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan memperkuat kinerja institusi. Saya meyakini di bawah kepemimpinan Bapak Hensah, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan pemasyarakatan,” ujar I Putu Murdiana.Ia juga menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih selama ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran, mulai dari kantor wilayah hingga unit pelaksana teknis pemasyarakatan di seluruh Kalimantan Tengah.“Keberhasilan yang telah dicapai bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi, dedikasi, dan komitmen seluruh pegawai. Karena itu saya menyampaikan terima kasih atas dukungan yang luar biasa selama saya bertugas di Kalimantan Tengah,” katanya.Lebih lanjut, I Putu Murdiana berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan guna mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.“Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat pembinaan dan pengamanan. Dengan semangat kebersamaan, saya optimistis pemasyarakatan di Kalimantan Tengah akan semakin maju dan mampu menjawab berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya.
Baca Selengkapnya
Berita Kanwil

05 June 2026 pukul 09:00

Sumpah PNS Jadi Tonggak Penguatan SDM, Pemasyarakatan Kalteng Siap Berikan Pelayanan Lebih Optimal

Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, memimpin kegiatan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah yang berlangsung di Aula Tjilik Riwut, Jumat (5/6). Acara tersebut dihadiri oleh para Pejabat Administrator serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kota Palangka Raya. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak tujuh pegawai diambil sumpah/janjinya, yakni dr. Melyna Felisa Sianturi sebagai Dokter Ahli Pertama, Anisa Septi Maulinna, S.H. sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Pertama, Rizmawan Widi Wiranata, S.Tr.Kom. sebagai Pranata Komputer Ahli Pertama.Selain itu ada pula drg. Dedi Sulaiman sebagai Dokter Gigi Ahli Pertama, dr. Nita Marta Hardianty sebagai Dokter Ahli Pertama, Muhammad Fadhlan Al Faridzi, S.Sos. sebagai Analis Kebijakan Ahli Pertama, serta Alisa Sugiarti, S.Kom. sebagai Pranata Komputer Ahli Pertama.Dalam sambutannya, I Putu Murdiana menegaskan bahwa status sebagai ASN bukan hanya sebuah profesi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, dan profesionalisme. Menurutnya, setiap pegawai memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat."Saya berharap saudara-saudara sebagai ASN dapat bekerja dengan penuh dedikasi, kedisiplinan, integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab. Apa yang menjadi tugas dan target kinerja agar dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," tegas I Putu Murdiana.Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tugas di lingkungan Pemasyarakatan memiliki tantangan yang tidak ringan. Oleh karena itu, sumpah dan janji yang telah diucapkan harus menjadi pedoman utama dalam bekerja maupun berperilaku sebagai insan Pemasyarakatan."Tugas di lingkungan Pemasyarakatan bukanlah tugas yang ringan. Saya berharap sumpah dan janji yang telah saudara ucapkan benar-benar menjadi pedoman dalam bekerja dan berperilaku sebagai insan Pemasyarakatan yang berintegritas," ujarnya.Kakanwil juga menekankan pentingnya menjaga nama baik instansi serta mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, citra organisasi sangat ditentukan oleh sikap, perilaku, dan kinerja setiap pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari."Jaga nama baik instansi dan patuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tunjukkan bahwa saudara adalah ASN yang mampu bekerja secara profesional, berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi dan Pemasyarakatan," pungkasnya.#kemenimipas #Ditjenpas #pemasyarakatan #guardandguide #DitjenpasKalteng #IPutuMurdiana #infoimipas
Baca Selengkapnya
Berita Kanwil

04 June 2026 pukul 22:00

Kakanwil Ditjenpas Kalteng Hadiri Pelantikan Majelis Pengawas Daerah Notaris

Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menghadiri kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Majelis Pengawas Wilayah Notaris Periode Tahun 2024–2027 dan Majelis Pengawas Daerah Notaris Periode Tahun 2023–2026, Kamis (4/6). Kegiatan yang digelar di Aula Mentaya Kantor Wilayah Kementerian Hukum tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah, Hajrianor serta dihadiri oleh Jajarannya dan unsur instansi vertikal di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam kesempatan itu, Kepala Bapas Kelas II Pangkalan Bun, Tigor Immanuel Hutabalian, turut dilantik sebagai Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris Kabupaten Kotawaringin Barat untuk masa bakti 2024–2027. I Putu Murdiana menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelantikan tersebut. Menurutnya, keberadaan Majelis Pengawas Notaris memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat melalui pengawasan yang objektif dan profesional.“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Majelis Pengawas Notaris memiliki peran penting dalam memastikan profesi notaris berjalan sesuai ketentuan hukum dan kode etik yang berlaku,” ujar I Putu Murdiana.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan jajaran Pemasyarakatan dalam struktur pengawasan notaris merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung sistem hukum nasional yang akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.“Kami berharap para anggota yang baru dilantik dapat menjalankan tugas pengawasan secara profesional, independen, dan objektif, sehingga mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi notaris serta memperkuat kepastian hukum di daerah,” tambahnya.Secara khusus, I Putu Murdiana menyampaikan selamat kepada Tigor Immanuel Hutabalian atas amanah yang diberikan. Ia optimistis pengalaman dan kompetensi yang dimiliki akan menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan notaris di Kabupaten Kotawaringin Barat.“Kepercayaan yang diberikan kepada Kepala Bapas Pangkalan Bun merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar. Saya yakin beliau mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik serta turut memperkuat sinergi antarinstansi dalam mewujudkan pelayanan hukum yang profesional dan berintegritas,” pungkas I Putu Murdiana.
Baca Selengkapnya
Berita Kanwil

04 June 2026 pukul 08:29

Kakanwil Ditjenpas Kalteng Perkuat SOP Pengamanan, Instruksikan Evaluasi Menyeluruh di Seluruh UPT Pemasyarakatan

Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, memimpin rapat evaluasi bersama jajaran Kantor Wilayah yang berlangsung di ruang rapat Kantor Wilayah, Kamis (4/6). Kegiatan tersebut diikuti oleh para Pejabat Administrator dan seluruh Ketua Tim Kerja sebagai bagian dari upaya penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di wilayah Kalimantan Tengah.Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan pentingnya penguatan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan, pengawalan, dan pengawasan, khususnya terhadap narapidana berisiko tinggi. Ia meminta jajaran Kantor Wilayah untuk segera menginventarisasi serta menerbitkan kembali surat edaran yang pernah diterbitkan sebelumnya sebagai pengingat bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan agar pelaksanaan tugas pengamanan tetap berjalan sesuai ketentuan.Menurutnya, konsistensi penerapan SOP menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Oleh karena itu, seluruh petugas harus memiliki pemahaman yang sama terhadap prosedur yang berlaku dan melaksanakannya secara disiplin tanpa pengecualian.“Untuk SOP pengamanan, pengawalan, dan pengawasan terutama terhadap narapidana berisiko tinggi, saya minta Kantor Wilayah bisa membuat surat edaran dengan mengutip kembali edaran-edaran yang sudah ada sebagai pengingat bagi seluruh UPT agar pelaksanaannya tetap konsisten,” tegas I Putu Murdiana.Selain aspek keamanan, Kakanwil juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia menilai integritas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, serta bebas dari berbagai bentuk penyimpangan.Tidak hanya itu, seluruh jajaran diminta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di masing-masing UPT harus dilakukan secara berkala guna mengidentifikasi berbagai kendala maupun potensi risiko yang dapat memengaruhi efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.Dalam rapat tersebut, Kakanwil turut menyoroti kondisi di salah satu UPT yang menunjukkan area P2U kurang steril akibat tingginya aktivitas keluar masuk orang. Ia meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pemeriksaan yang diterapkan, termasuk kemungkinan memindahkan proses penggeledahan ke area luar guna menjaga sterilitas zona pengamanan utama.“Buatkan juga surat edaran terkait P2U. Siapa pun yang masuk ke area Lapas harus melalui pemeriksaan dan penggeledahan, termasuk Kalapas maupun pejabat lainnya. Tidak boleh ada pengecualian karena keamanan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.Penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Kakanwil meminta seluruh UPT melakukan pengecekan rutin terhadap kamera pengawas (CCTV), memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal, serta menambah titik pemasangan pada area-area vital yang membutuhkan pengawasan lebih intensif.“Saya juga meminta agar penguatan CCTV menjadi prioritas, khususnya pada sel khusus atau sel isolasi dengan konsep satu sel satu CCTV sebagai media pengawasan aktif, bukan sekadar alat untuk melakukan review kejadian,” tambahnya.Lebih lanjut, menindaklanjuti arahan Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar, saat kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Palangka Raya beberapa waktu lalu, Kakanwil menginstruksikan seluruh UPT untuk segera menyusun data kebutuhan secara komprehensif. Data tersebut meliputi kebutuhan sumber daya manusia, seperti petugas pengamanan, tenaga kesehatan, dan Pembimbing Kemasyarakatan, serta kebutuhan sarana dan prasarana pendukung pemasyarakatan.“Saya instruksikan agar kebutuhan SDM dan sarana prasarana setiap UPT direkap secara rinci dalam bentuk infografis. Data ini harus segera disiapkan karena akan menjadi bahan penting dalam pembahasan bersama Komisi XIII DPR RI,” pungkasnya.
Baca Selengkapnya
Berita Kanwil

01 June 2026 pukul 11:54

Kakanwil Dampingi Kunjungan Komisi XIII DPR RI, Bias Layar Puji Dapur Bersih Hingga Dukung Pengembangan Program Pembinaan Lapas Palangka Raya

Palangka Raya – Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar, didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Senin (1/6). Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari klinik pratama, dapur lapas, area pembinaan kemandirian, hingga Lapalka Cafe yang menjadi salah satu wadah pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Selain itu, Bias Layar juga menyempatkan diri menyapa dan berdialog langsung dengan warga binaan.Menurut Bias Layar, kunjungan lapangan penting dilakukan agar pemerintah dan DPR memperoleh gambaran nyata mengenai kebutuhan pemasyarakatan, termasuk fasilitas yang masih kurang dan layanan yang telah berjalan dengan baik.“Kami harus melihat langsung di lapangan apa saja yang masih kurang dan apa yang sudah terpenuhi. Semua ini untuk kehidupan warga binaan karena mereka tetap memiliki hak asasi yang harus kita junjung dan penuhi bersama,” ujar Bias Layar.Saat meninjau dapur lapas, Bias Layar memberikan apresiasi terhadap kondisi kebersihan yang dinilai terjaga dengan baik. Ia menilai pengelolaan dapur yang bersih menjadi salah satu indikator penting dalam pemenuhan hak dasar warga binaan.Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke area budidaya perikanan yang menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Di lokasi tersebut, Bias Layar melihat langsung kolam budidaya ikan yang dikelola warga binaan.“Tempat budidaya perikanannya bagus, luar biasa. Kolamnya luas dan kebersihannya juga terjaga. Apalagi jika ditambahkan dengan budidaya ikan patin yang memiliki potensi baik. Nanti akan kami upayakan dukungan agar program ini semakin berkembang,” katanya.Dalam dialog bersama warga binaan, Bias Layar berpesan agar seluruh penghuni lapas menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar tidak terlibat perkelahian, penyalahgunaan narkoba maupun kepemilikan telepon genggam secara ilegal di dalam lapas.“Berpikirlah seribu kali sebelum bertindak. Saya tidak bisa mengintervensi proses hukum yang kalian jalani karena semua bergantung pada keputusan dan perbuatan masing-masing. Jangan ada kekerasan karena kalian di sini adalah satu keluarga dan satu rasa,” tegasnya.Ia juga mendorong warga binaan untuk memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri. Keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat sehingga tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.Terkait dengan meninggalnya Warga Binaan di Lapas Palangka Raya, Bias Layar juga meninjau area sel isolasi yang menjadi tempat peristiwa. Dari hasil peninjauan, ia memastikan tidak menemukan kondisi yang membahayakan serta menyatakan bahwa pihak lapas telah menjalankan prosedur dan standar operasional yang berlaku."Pada saat melakukan Pengecekan sel isolasi, saya hanya melihat dari luar tidak mau membuka karena ditakutkan ada olah TKP lebih lanjut. Saya pastikan tidak ada tempat yang membahayakan, untuk pihak lapas sendiri sudah memenuhi daripada prosedur dan SOPnya," ungkap Bias Layar. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Komisi XIII DPR RI terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan di Kalimantan Tengah.“Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung kondisi riil pemasyarakatan. Kami berharap berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi satuan kerja dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan,” ujar Putu.Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah kondisi overkapasitas penghuni serta keterbatasan jumlah personel. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius karena berpengaruh terhadap efektivitas pengamanan dan pembinaan warga binaan.“Overkapasitas dan kekurangan personel merupakan persoalan yang nyata di lapangan. Di tengah keterbatasan tersebut, jajaran pemasyarakatan tetap berupaya memberikan pelayanan, pembinaan, dan pengamanan secara optimal,” jelasnya.I Putu Murdiana menambahkan bahwa keterbatasan anggaran yang terjadi saat ini turut berdampak pada sejumlah rencana pengembangan sarana dan prasarana pemasyarakatan. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan serta memastikan seluruh prosedur dan standar operasional berjalan dengan baik.“Kami terus berupaya membenahi fasilitas, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memastikan hak-hak warga binaan tetap terpenuhi. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis tantangan yang ada dapat diatasi secara bertahap demi terwujudnya sistem pemasyarakatan yang lebih baik,” pungkas Kakanwil.#kemenimipas #Ditjenpas #pemasyarakatan #guardandguide #DitjenpasKalteng #IPutuMurdiana #infoimipas
Baca Selengkapnya
Berita Kanwil

01 June 2026 pukul 07:00

Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Kakanwil Ditjenpas Kalteng Ajak Jajaran Teguhkan Semangat Gotong Royong dan Pengabdian

Palangka Raya – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Wilayah, Senin (1/6). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana selaku Inspektur Upacara. Upacara diikuti oleh Pejabat Administrator Kantor Wilayah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kota Palangka Raya beserta jajaran. Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan amanat peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Dalam amanatnya, I Putu Murdiana menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh aparatur negara dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang terus berkembang.“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman moral dan arah dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus senantiasa hadir dalam setiap tindakan dan kebijakan yang kita laksanakan,” ujar I Putu Murdiana.Menurutnya, jajaran Pemasyarakatan memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan pelayanan publik yang berintegritas, humanis, dan berkeadilan sesuai dengan semangat Pancasila. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan harus terus ditanamkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.“Sebagai insan Pemasyarakatan, kita harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menjunjung tinggi keadilan, serta memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Inilah implementasi nyata nilai-nilai Pancasila dalam tugas kita,” lanjutnya.Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung program-program Pemasyarakatan yang selaras dengan agenda pembangunan nasional. Semangat gotong royong dan kebersamaan dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.“Mari kita jadikan peringatan Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum untuk memperkokoh komitmen, meningkatkan kualitas pengabdian, serta menjaga persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin bermanfaat bagi masyarakat,” tegas I Putu Murdiana.#kemenimipas #Ditjenpas #pemasyarakatan #guardandguide #DitjenpasKalteng #IPutuMurdiana #infoimipas
Baca Selengkapnya